9 September 2012

Ditjen SDA Memantau Kekeringan

Ditjen SDA Memantau Kekeringan Featured Written by Datin SDA Friday, 07 September 2012 09:51 font size Print Email Be the first to comment! Rate this item 1 2 3 4 5 (0 votes) Direktur Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum Moh. Hasan Di Dampingi Oleh Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Arie Setiadi Moerwanto Dalam Acara Temu Wartawan Secara keseluruhan kondisi sumber daya air di Indonesia masih dalam kondisi normal, walaupun di beberapa wilayah Indonesia mengalami kekeringan. Hal tersebut dikarenakan perubahan iklim global. “Kondisi musim di Indonesia di tahun 2012 adalah bergesernya (mundur 1 bulan) awal musim kemarau yang biasanya terjadi pada Mei–Juni, bergeser ke bulan Juni–Juli. Sedangkan, durasi musim hujan untuk Pulau Jawa rentang waktunya 4–6 bulan, kawasan Indonesia Timur jauh lebih panjang sedangkan untuk wilayah Sumatera dan Jawa Barat lebih pendek,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Moh. Hasan dalam acara Temu Wartawan (7/9), di Jakarta. Turut hadir dalam acara Temu Wartawan Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air Arie Setiadi Moerwanto. Kekeringan dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu kekeringan meteorologis dikatakan berat apabila curah hujan < 50% dari normal, kekeringan pertanian dikatakan berat apabila semua bagian daun kering dan kekeringan hidrologis dikatakan berat apabila debit sungai rata-rata bulanan yang tersedia lebih kecil dari Q95. Kekeringan yang terjadi di sebabakan beberapa faktor seperti berkurangnya pasokan air untuk kebutuhan tanam dan ketidaksesuaian pola/awal tanam. Berdasarkan data yang diperoleh untuk wilayah Jawa Barat per tanggal 6 September total kekeringan mencapai 66.000 hektar, kondisi tinggi muka air di Bendungan Jatiluhur masih normal berkisar 95,48 m atau 85 persen. Moh. Hasan menambahkan sampai akhir Agustus 2012 di wilayaj Jawa Timur, ketersediaan air di waduk-waduk besar di daerah hulu (Sutami, Selorejo, Wonorejo, Sarangan, dan Ngebel) dalam kondisi normal. Untuk waduk-waduk kecil di wilayah Madiun, Bojonegoro, Gresik, Lamongan dan Madura sebagian besar airnya sudah habis sesuai dengan pola, namun realisasi tanaman padi sudah panen. Permasalahan yang saat ini terjadi adalah ketersediaan air untuk keperluan sehari-hari yang melanda kurang lebih 826 desa, yang saat ini sebagian diatasi dengan droping air dengan truk tangki. Di wilayah Timur Indonesia Nusa Tenggara Timur, kondisi relatif baik, kategori sedang di wilayah Manggarai Barat dan Sumatera bagian Barat tidak mengalami kondisi puso. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengirimkan bantuan pompa ke 15 kabupaten. Moh. Hasan menambahkan pemerintah saat ini sedang mengupayakan antisipasi kekeringan dengan cara pengadaan pompa untuk tanggap darurat, modifikasi cuaca (hujan buatan), pengembangan atau tampungan air seperti (waduk, embung, long storage, lumbung airm dan re use dari drainase), perbaikan sarana dan prasarana sumber daya air serta konservasi lahan. (DatinSDA) Last modified on Friday, 07 September 2012 09:57

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar